Desain Kelas Anak Usia Dini

6 Hal Tentang Desain Kelas Anak Usia Dini yang Menyenangkan

Anak usia dini, baik PAUD maupun TK, pada dasarnya suka bermain. Lembaga pendidikan yang menaunginya sudah semestinya memperhatikan hal yang mendasar ini. Kegemaran anak dalam bermain merupakan naluri yang memang ada di setiap manusia untuk kesempurnaan pertumbuhan fisik dan mentalnya.

Ruang kelas pada anak kelas PAUD dan TK mutlak harus didesain sedemikian rupa untuk mendukung naluri pada diri anak. Pemanfaatan ruang kelas sedapat mungkin maksimal termasuk dinding. Dinding yang lebar adalah instrumen visual yang sering dilihat. Gunakan wallpaper dinding yang berwarna lembut dan visual gambar yang mendidik.

Desain Ruang Kelas

Desain Ruang Kelas

Mendesain ruang kelas anak usia dini, PAUD dan TK,  tentu berbeda dengan desain perkantoran. Desain ruang kelas anak usia dini lebih kepada naluri dasar anak-anak, yaitu bermain. Ruang kelas sedapat mungkin lebar, bersih, nyaman, dan penuh warna. Berikut disajikan bagian desain ruang kelas yang disukai anak-anak.

1. Luas

Ruang kelas anak usia dini harus luas menyesuaikan jumlah siswa. Keluasan ini penting untuk area bermain. Perlu dipahami, pelajaran pada anak usia dini lebih ditekankan pada aspek sosial, berhubungan dengan teman, mempelajari sopan santun, akhlak, dan moral.

Keluasan juga penting untuk proses belajar sosialisasi dengan teman atau guru. Sosialisasi yang dimaksud bisa berupa cara bersalaman, cara antre, cara memberi hormat kepada orang tua dan teman dan sosialisasi saat bermain bersama teman.

2. Pemanfaatan Dinding

Dinding kelas yang lebar dan luas jangan dibiarkan kosong. Bagian ini merupakan bagian yang paling sering dilihat anak. Desain dinding kelas usahakan jangan gelap, gunakan warna dasar terang. Anda bisa memperindah dinding ini dengan wallpaper bergambar binatang, buah-buahan, tumbuhan, kartun, atau angka dan huruf. Harga wallpaper dinding murah, jangan hiraukan harga.

3. Meja dan Kursi

Keberadaan meja dan kursi tak dapat diabaikan begitu saja, desain bentuk, ukuran, bahan, dan warna memerlukan perhatian tersendiri. Sangat disarankan menggunakan bahan fiber atau plastik. Bahan ini lunak dan ringan dimana anak leluasa memindahkan kursinya sendiri tanpa bantuan orang dewasa. Di samping itu, meja kursi berbahan fiber cukup aman jika terjadi benturan terhadap anak dibandingkan dengan yang berbahan kayu. Pilih meja kursi yang bersudut tumpul atau memangkas dengan cara mengikir sudut-sudut tajam meja kursi plastik jika tidak ada yang tumpul. Sesuaikan ukuran meja kursi dengan tubuh anak, jangan terlalu terlalu tinggi atau terlalu kecil.

4. Warna

Desain ruang kelas dengan warna-warna dasar dan warna cerah, termasuk isi kelas dan segala atribut serta instrumen permainan anak.  Warna-warna ini sangat penting bagi pertumbuhan terutama dalam hal panca indera. Usahakan semua instrumen harus berwarna. Jika menggunakan buku, pilihlah buku yang banyak mengandung warna. Hiasilah sisi-sisi papan tulis dengan atribut warna-warni, hal yang sama pada alat peraga pembelajaran termasuk alat permainan.

5. Pencahayaan

Pencahayaan sangat penting bagi anak-anak yang sedang belajar. Penerangan yang terlalu gelap atau terlalu terang dapat merusak penglihatan. Gunakan lampu LED yang agak banyak agar terang merata tetapi tidak panas.  Penempatan posisi lampu sebaiknya merata, tidak terpusat di satu tempat. Pilihlah warna putih terang, jangan kuning.

6. Sirkulsi Udara

Gunakan pendingin ruangan (AC) untuk kenyamaan anak-anak atau gunakan kipas yang tersebar merata. Jika kipas yang digunakan, pastikan sirkulasi udara berjalan lancar dengan cara pembuatan lubang angin yang memadai. Ruang kelas selayaknya nyaman sehingga anak merasa tenteram saat belajar. Ruang kelas dengan sedikit sirkulasi udara akan membuat ruang kelas menjadi pengap, gerah, dan panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *